STOP TB, TB DAY 24 March 2018

Artikel Kesehatan - 24-03-2018 13:03
STOP TB, TB DAY 24 March 2018

Sumber gambar: “WHO WANT TO BE WORLD LEADERS for A TB FREE WORLD?”

Sebenarnya apakah TB itu? Seberapa pentingnya sehingga kita semua harus bertanggungjawab dalam pencegahannya. Hal ini sesuai tema Hari TB tahun ini “Wanted: Leaders for A TB Free World” TB atau yang dikenal sebagai TBC, flek paru, penyakit paru-paru basah di masyarakat awam, adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium tuberculosa. Sebenarnya kuman ini tidak hanya menginfeksi paru-paru tetapi dapat juga menginfeksi organ lainnya, seperti kelenjar getah bening, kulit, saluran cerna, tulang, otot, otak, bahkan organ reproduksi. Penyakit ini juga sering menyerupai penyakit lain sehingga mendapat sebutan ‘Giant Imitating Disease’. Kuman TB merupakan penyebab kematian karena infeksi nomor 1 di dunia. Di Indonesia infeksi TB merupakan penyebab kematian nomor 3 setelah penyakit jantung dan stroke. Indonesia mendapat peringkat 2 kasus TB terbanyak di dunia, setelah India. Kasusnya di Jawa Barat menduduki posisi 1 se Indonesia dengan angka keberhasilan pengobatan 88% dari target 90%. Penyakit TB merupakan penyakit infeksi kuman yang dapat diobati dan dicegah penularannya. Saat ini pengobatan TB menggunakan sistem “TB-DOTS “, Directly Observed Treatment, Short Course, yaitu pengobatan yang dipantau langsung dan jangka pendek. Pemantauan dilakukan menggunakan formulir khusus sehingga tahap pengobatan dan kepatuhan pengobatan dapat diketahui. Sistem ini juga sudah digunakan di RS PMI Bogor dengan membuka poliklinik TB-DOTS dengan akses masuk terpisah dari pasien lain untuk mencegah penularan. Obat TB diberikan secara gratis dan selalu tersedia di Poliklinik TB-DOTS. Pengobatan TB memakan waktu antara 6-8 bulan sehingga dibutuhkan Pengawas Menelan Obat (PMO) untuk memantau kepatuhan pasien minum obat. PMO ini bisa berasal dari keluarga, tetangga atau kader kesehatan yang ditugaskan. Selama pengobatan kemajuan hasil pengobatan akan dievaluasi oleh dokter yang bertugas di poliklinik TB-DOTS. Dengan sistem ini diharapkan infeksi TB dapat sembuh dalam jangka waktu yang telah ditentukan. Apakah penderita TB yang sudah sembuh bisa terinfeksi lagi? Bisa. Karena TB adalah penyakit infeksi, bila sumber infeksinya masih ada maka mantan penderita TB dapat terinfeksi lagi. Untuk itu pentingnya skrining bagi keluarga bila salah satu anggotanya terinfeksi TB untuk memutus rantai penularannya. Apakah infeksi TB bisa dicegah? Tentu saja bisa, tindakan pencegahan merupakan cara efektif memutus mata rantai TB. Tindakan pencegahan juga merupakan cara termurah dan mudah dilakukan oleh siapa saja. Bagaimana cara pencegahannya? Mencegah infeksi TB semua berasal dari diri kita sendiri, yaitu; 1. Lakukan Etika batuk saat kita batuk atau bersin 2. Lakukan tindakan kebersihan tangan (6 langkah cuci tangan WHO) 3. Gunakan masker dengan benar saat kita sakit/batuk 4. Lakukan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) Dengan melakukan tindakan pencegahan mulai dari diri sendiri, kita sudah menjadi salah satu “WORLD LEADERS For A TB FREE WORLD” Bagikan Ke:

IGD 24 JAM

0251 - 835 9040

TELEPON

0251 - 832 4080